Senin, 22 Oktober 2012
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
Analisis biaya-volume-laba atau analisis impas (break even analysis) adalah suatu pemeriksaan bagaimana jumlah pendapatan dan biaya beruah seiring dengan perubahan volume penjualan.
Asumsi yang mendasari Analisis Biaya-Volume-Laba;
a. Semua biaya diklasifikasikan sebagai biaya variable ataupun biaya tetap.
b. Fungsi jumlah biaya adalah linear dalam kisaran relevan
c. Fungsi jumlah pendapatan adalah linier dalam kisaran relevan
d. Analisisnya untuk sebuah produk, atau bauran penjualan dari bermacam-macam produk adalah konstan dalam kisaran relevan.
e. Hanya terdapat satu pemicu biaya; volume unit produk atau rupiah penjualan
f. Dalam perusahaan pabrikasi, tingkat persediaan awal dan akhir periode adalah sama.
A. KONSEP MARJIN KONTRIBUSI
Marjin Kontribusi adalah perbedaan antara harga jual per unit dan biaya variable per unit atau perbedaan antara jumlah penjualan dan jumlah biaya variable.
Marjin kontribusi berfungsi untuk perencanaan laba jangka pendek.
Contoh (1) ;
Pada akhir bulan April 2007 PT BATA mampu menjual 200 sendal dengan harga jual Rp. 20.000 per unit. Diketahui total biaya variable untuk 200 sendal adalah Rp.1.500.000. Sedangkan biaya tetapnya adalah sebesar Rp. 2.000.000
Dari data di atas buatlah Laporan Laba Rugi Kontribusi
B. ANALISIS TITIK IMPAS ATAU BREAK EVEN POINT (BEP)
Titik impas adalah volume penjualan dimana jumlah pendapatan dan jumlah biaya adalah sama (atau kondisi dimana suatu perusahaan tidak mengalami laba atau rugi). Tujuan analisis titik impas adalah untuk mencari tingkat aktivitas dimana pendapatan dari hasil penjualan sama dengan jumlah sewa biaya variable dan biaya tetapnya.
Untuk mecari titik impas dapat menggunakan model sebagai berikut;
Penjualan (-) Jumlah biaya = laba bersih
Atau
Penjualan (-) Biaya Variabel (-) Biaya Tetap = Laba bersih
Atau
Penjualan = Biaya variable + Biaya tetap + Laba bersih
Dimana Laba bersih adalah nol
Contoh (2) dari Contoh 1 di atas hitunglah titik impasnya (BEP)
Penjualan = Biaya variable + Biaya tetap + Laba bersih
20.000 x = 7.500 x (+)2.000.000+ 0
12.500 x = 2.000.000
X = 2.000.000 (:) 12.500
X = 160 buah
Maka titik impas (BEP) penjualannya adalah = 160 x Rp. 20.000,00 yaitu Rp. 3.200.000,00
Titik impas terjadi ketika perusahaan mampu menjual 160 unit dengan harga jual Rp. 3.200.000,00
BEP juga dapat dicari dengan rumus sbb;
BEP (unit) = (Biaya tetap / marjin kontribusi per unit) atau
BEP (Rp) = Biaya Tetap / Rasio marjin kontribusi)
Dari soal di atas maka BEP dapat dihitung sbb;
BEP (unit ) = (2.000.000 / 12.500)
= 160 buah
BEP (Rp) = (2.000.000 / 62.5 %)
= Rp. 3.200.000,00
C. MENGUKUR HUBUNGAN ANTARA TINGKAT OPERASI DAN TITIK IMPAS
Dua ukuran yang mengaitkan antara BEP dan volume operasi sekarang atau yang direncanakan adalah;
1. Marjin Pengaman penjualan
2. Tuasan Operasi
D. MARJIN PENGAMAN PENJUALAN
Marjin pengaman penjualan adalah kelebihan penjualan yang dianggarkan di atas volume penjualan impas. Marjin pengaman penjualan ini menentukan seberapa banyak penjualan boleh turun sebelum perusahaan menderita kerugian.
Rumus Marjin Pengaman Penjualan
= ( Penjualan dianggarkan (-) penjualan Impas)
Persentase marjin pengaman penjualan
=(Marjin pengaman penjualan dalam rupiah / Penjualan) x 100 %
Contoh (3) :
Dari contoh soal 1 di atas berapakah marjin pengaman penjualannya baik dalam rupiah maupun persentase
E. TUASAN OPERASI (OPERATING LEVERAGE)
Tuasan Operasi adalah tingkat pengeluaran biaya tetap di dalam sebuah perusahaan. Tuasan operasi mengacu pada kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kenaikan laba bersih manakala volume penjualan melonjak. Perusahaan yang mempunyai biaya tetap tinggi maka biasanya akan mempunyai tuasan operasi yang tinggi pula.
F. APLIKASI MANAJERIAL DARI ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
Akuntan dapat menentukan bagaimana perubahan harga, volume penjualan, biaya variable, biaya tetap mempengaruhi laba operasi perusahaan.
1. Laba sasaran
Laba sasaran adalah besarnya laba yang diharapkan oleh pemodal. Penetapan laba sasaran dapat diperoleh dari ramalan ekonomi produk perusahaan, antisipasi perubahan produk, biaya, teknologi, dll.
referensi Buku akuntansi Biaya
CASH DAN MARKETABLE SECURITIES
Cash dan Marketable Securities
Cash Uang tunai yang dikeluarkan untuk seluruh asset likuid dan selanjutnya di konversi menjadi uang tunai kembali
Marketable securitiesInstrumen pasar uang jangka pendek yang memberikan bunga dan digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh return dari penggunaan dana yag menganggur sementara waktu
Motive memegang kas
a. Transaction motive untuk transaksi seperti pembayaran upah dan bahan baku
b. Safety/precautionary motive untuk berjaga jaga untuk melindungi perusahaan dari ketidakmampuan memenuhi kewajiban yang tidak terduga
c. Speculative motivemenempatkan dana menganggur untuk memperoleh return secara cepat dari peluang yang mungkin muncul
Estimasi Cash Balance
Tujuan manajemen adalah mempertahankan tingkat saldo kas dan marketable securities untuk transaksi yang dapat meningkatkab nilai perusahaan.
a. Model Baumol model yang mengestimasi saldo kas yang efisien untuk transaksi dg asumsi permintaan terhadap kas dapat diprediksi dg pasti
Tujuan: menentukan ECQ kas yang meminimumkan total cost.
Economical Conversion Quantity
(ECQ) = √
Conversion Cost: biaya menempatkan dan menerima kas (dalam satuan uang per konversi) seperti biaya komunikasi untuk mentransfer dana ke rekening kas, biaya tulis menulis dan biaya tindakan lanjutan
Opportunity cost: pendapatan bunga per satuan uang dalam satu periode
Total cost = [Cost per conversion x number of conversion] + [opportunity cost x average cash balance]
Contoh:
Perusahaan mengantisipasi pengeluaran (permintaan) kas tahun depan $ 1.500.000. Biaya konversi marketable securities menjadi kas $ 30 dan marketable securities saat ini memberikan return 8 % per tahun.
(ECQ) = √
(ECQ) = √ = $ 33.541
Perusahaan menerima kas sebesar $ 33.541 (45 kali konversi dalam setahun)
Total Cost = 30 x 45 + x 0,08 = $ 2.692
b. Model Orr-Miller model yang mengestimasi saldo kas yang efisien untuk transaksi dg asumsi aliran kas tidak pasti dan menentukan batas atas (jumlah maksimum) dan return point saldo kas
Return point :tingkat salldo kas yang tergantung pada biaya konversi, opportunity cost harian, dan varian aliran kas harian.
Return Point =
Upper limit untuk saldo kas sebesar 3 kali return point
Jika saldo kas mencapai upper limit, jumlah upper limit minus return point dikonversi menjadi marketable securities
Cash converted to marketable securities = Upper limit – return point
Jika saldo kas mencapai nol, jumlah yang dikonversi menjadi kas adalah jumlah sama dengan return point
Marketable securities converted to Cash = return point – saldo nol
Manajemen Kas yang Efisien
Cash balance dan safety stock of cash tergantung kepada:
a. produksi siklus operasi
b. teknik penjualan siklus konversi kas
Sikuls Operasi jangka waktu dari titik perusahaan mulai mengumpulkan persediaan (bahan baku) sampai menjadi kas dari pengumpulan piutang
Siklus operasi = rata-rata umur inventory + rata-rata pengumpulan piutang
Contoh:
Perusahaan SS menjual secara kredit dalam waktu 60 hari. Perusahaan memerlukan waktu 85 hari untuk produksi, menyimpan barang dan menjual barang secara kredit (rata-rata umur persediaan). Rata-rata pengumpulan piutang 70 hari.
Siklus operasi = 85 + 70 = 155 hari
Siklus konversi kasjangka waktu kas terikat antara pembayaran input produksi dan penerimaan penjualan .
Siklus konversi kas=siklus operasi – rata-rata periode pembayaran
Marketable Securities
Marketable Securities: instrument pasar uang jangka pendek dan memberikan bunga yang dapat dikonversi menjadi kas dengan mudah
Karakteristik Marketable Securities
a. Ready market harus memiliki breadth of a market (jumlah partisipan/pembeli) dan depth of a market (kemampuan menyerap pembelian atau penjualan dengan nilai besar) untuk meminimalkan waktu dalam mengkonversi menjadi kas.
b. Safety of principal yakni kemudahan penjualan sekuritas yang mendekati nilai awalnya.
Penerbitan pemerintah.
a. Treasury bills: hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan system lelang dengan jatuh tempo kurang dari setahun dengan risiko minimal
b. Treasury notes: hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan jangka waktu 1 sampai 7 tahun dengan pembayaran bunga semesteran
c. Federal agency notes: sekuritas berisiko rendah yang dikeluarkan oleh badan/agen pemerintah yang memiliki jatuh tempo jangka pendek dan memberikan return yang lebih tinggi.
Penerbitan non pemerintah.
a. Negotiable certificates of deposits: instrument yang dapat dinegosiasikan yang mencerminkan deposit sejumlah uang di bank komersial/umum.
b. Commercial paper: promissory notes jangka pendek dan tidak dijamin yang diterbitkan oleh perusahaandengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun
c. Banker’s acceptances: sekuritas jangka pendek dengan risiko rendah yang berasal dari bank garansi dari transaksi bisnis yang dijual oleh bank pada harga diskon
Minggu, 22 Mei 2011
Keanekaragaman sistem perpajakan internasional
PERPAJAKAN INTERNASIONAL MENURUT ATURAN PERPAJAKAN DI INDONESIA
KEANEKARAGAMAN SISTEM PAJAK NASIONAL
Pengelolaan yang efektif atas petensi pajak memerlukan pemahaman atas sistem pajak
nasional, yang sangat berbeda satu negara ke negara lain. Perbedaan ini mencakup jenis-jenis pajak dan beban pajak hingga perbedaan dalam pelaporan dan filosofi pengenaan pajak.
Macam-macam Pajak
Perusahaan yang beroperasi di luar negeri manghadapi berbagai jenis pajak. Pajak
langsung, seperti pajak penghasilan, mudah untuk dikenali dan umumnya diungkapkan
pada laporan keuangan perusahaan. Pajak tidak langsung seperti pajak konsumsi, tidak
dapat dikenali dengan jelas dan tidak terlalu sering diungkapkan.
Pajak penghasilan perusahaan digunakan secar lebih luas untuk menghasilkan pendapatan bagi pemerintah dibandingkan dengan pajak utama lainnya, dengan kemungkinan pengecualian unutk bea dan cukai.Pajak pungutan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap dividen,bunga, dan pembayaran royalti yang diterima oleh investor asing.Pajak pertambahan nilai merupakan pajak konsumsi yang umumnya dikenakan terhadap nilai tambah dari setiap tahap produksi atau distribusi. Pajak ini berlaku untuk total penjualan dikurangi dengan pembelian dari unit penjual perantara.Pajak perbatasan, seperti bea cukai dan bea impor, umumnya ditujukan untuk menjaga agar barang domestik dapat bersaing dalam harga dengan barang impor.Pajak transfer merupakan jenis pajak tidak langsung lainnya. Pajak ini dikenakan terhadap pengalihan (transfer) objek antar pembayar pajak dan dapat menimbulkan pengaruh yang penting terhadap keputusan bisnis seperti struktur akuisisi.
Beban Pajak
Perbedaan dalam beban pajak merupakan sesuatu yang penting dalam bisnis internasional.Berbagai tarif wajib pajak penghasilan merupakan sebuah sumber penting perbedaan ini.Banyak pertimbangan lain yang dapat secara signifikan mempengaruhi beban pajak efektif bagi perusahaan multinasional.perbedaan nasional dalam definisi penghasilan kena pajak juga merupakan hal yang penting.
Sistem Administrasi Pajak
Beberapa sistem yang utama saat ini yang digunakan adalah klasik dan terintegrasi.
Berdasarkan sistem klasik, pajak penghasilan perusahaan atas penghasilan kena pajak dikenakan pada tingkat perusahaan dan tingkat pemegang saham. Pemegang saham dikenakan pajak saat laba perusahaan dibayarkan sebagai dividen atau pada saat mencairkan investasi.Berdasarkan sistem terintegrasi, pajak perusahaan dan pemegang saham terintegrasi sedemikian rupa sehingga mengurangi atau mengeliminasi pengenaan pajak berganda atas pendapatan perusahaan. Kredit pajak atau sistem imputasi merupakan jenis sistem pajak terintegrasi yang umum. Sistem ini, pajak dikenakan terhadap pendapatan perusahaan, tetapi segian dari pajak yang dibayarkan dapat diperlakukan sebagai kradit terhadap pajak penghasilan pribadi jika dividen dibagikan kepada para pemegang saham.Sistem pemisahaan tarif merupakan jenis sistem pajak terintegrasi yang lain, di mana pajak yang lebih rendah dikenakan atas laba yang dibagikan (dividen) dan bukan berdasarkan laba ditahan.
Insentif Pajak Luar Negeri
Banyak negara-negara menawarkan insentif pajak untuk menarik investasi luar negeri.
Insentif dapat berupa hibah tunai bebas pajak yang digunakan untuk biaya aktiva tetap dan proses industri baru atau pengampunan untuk membayar pajak selama beberapa periode waktu (pembebasan pajak-tax holiday). Beberapa negara, khususnya yang memiliki sedikit sumber daya alam, menawarkan pengurangan pajak permanen. Negar yang memiliki keistimewaan pajak khusus juga dapat dianggap sebagai surga pajak (tax havens) dalam beberapa hal terbatas.
Kompetisi Pajak yang Membahayakan
Kompetisi pajak akan bermanfaat jika dapat membuat pemerintah menjadi lebih efisien.
Tetapi kompetisi itu akan berbahaya jika mengalihkan pendapatan pajak dari pemerintah yang sebenarnya memerlukan pendapatan tersebut untuk menyediakan jasa yang dibutuhkan oleh kalangan usaha.
Harmonisasi Internasional
Mempertimbangkan perbedaan sistem pajak di seluruh dunia, harmonisasi kebijakan pajak secara global akan terlihat cukup bermanfaat. Perusahaan multinasional, yang dibebani oleh pajak nasional, akan menambah tekanan terhadap reformasi pajak internasional.
PEMAJAKAN TERHADAP SUMBER LABA DARI LUAR NEGRI DAN PEMAJAKAN GANDA
Setiap negara mengklaim hak untuk mengenakan pajak terhadap laba yang dihasilkan di
dalam wilayahnya. Dalam filosofi nasional atas pengenaan pajak terhadap sumber-sumber dari luar negeri itu berbeda-beda dan ini merupakan hal yang penting dari sudut pandang seorang perencana pajak.
Kredit Pajak Luar Negeri
Kredit pajak luar negri dapat dihitung sebagai kredit langsung atas pajak penghasilan yang dibayarkan atas laba cabang atau anak perusahaan dan setiap pajak yang dipungut pada sumbernya, seperti dividen, bunga, dan royalty yang dikirimkan kembali kepada investor domestik.Kredit pajak tidak langsung luar negeri yang diperbolehkan (pajak penghasilan luar negeri yang dianggap terbayar) ditentukan dengan cara:
Pembayaran dividen (termasuk seluruh pajak pungutan)/SETELAH PAJAK PENGHASILAN LUAR NERERI x Pajak asing yang dapat Laba dikreditkan.
sumber: buku Akuntansi Internasional Frederick Education Prentice.D.S.Choi,Gary K.Meek,International Accounting
KEANEKARAGAMAN SISTEM PAJAK NASIONAL
Pengelolaan yang efektif atas petensi pajak memerlukan pemahaman atas sistem pajak
nasional, yang sangat berbeda satu negara ke negara lain. Perbedaan ini mencakup jenis-jenis pajak dan beban pajak hingga perbedaan dalam pelaporan dan filosofi pengenaan pajak.
Macam-macam Pajak
Perusahaan yang beroperasi di luar negeri manghadapi berbagai jenis pajak. Pajak
langsung, seperti pajak penghasilan, mudah untuk dikenali dan umumnya diungkapkan
pada laporan keuangan perusahaan. Pajak tidak langsung seperti pajak konsumsi, tidak
dapat dikenali dengan jelas dan tidak terlalu sering diungkapkan.
Pajak penghasilan perusahaan digunakan secar lebih luas untuk menghasilkan pendapatan bagi pemerintah dibandingkan dengan pajak utama lainnya, dengan kemungkinan pengecualian unutk bea dan cukai.Pajak pungutan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap dividen,bunga, dan pembayaran royalti yang diterima oleh investor asing.Pajak pertambahan nilai merupakan pajak konsumsi yang umumnya dikenakan terhadap nilai tambah dari setiap tahap produksi atau distribusi. Pajak ini berlaku untuk total penjualan dikurangi dengan pembelian dari unit penjual perantara.Pajak perbatasan, seperti bea cukai dan bea impor, umumnya ditujukan untuk menjaga agar barang domestik dapat bersaing dalam harga dengan barang impor.Pajak transfer merupakan jenis pajak tidak langsung lainnya. Pajak ini dikenakan terhadap pengalihan (transfer) objek antar pembayar pajak dan dapat menimbulkan pengaruh yang penting terhadap keputusan bisnis seperti struktur akuisisi.
Beban Pajak
Perbedaan dalam beban pajak merupakan sesuatu yang penting dalam bisnis internasional.Berbagai tarif wajib pajak penghasilan merupakan sebuah sumber penting perbedaan ini.Banyak pertimbangan lain yang dapat secara signifikan mempengaruhi beban pajak efektif bagi perusahaan multinasional.perbedaan nasional dalam definisi penghasilan kena pajak juga merupakan hal yang penting.
Sistem Administrasi Pajak
Beberapa sistem yang utama saat ini yang digunakan adalah klasik dan terintegrasi.
Berdasarkan sistem klasik, pajak penghasilan perusahaan atas penghasilan kena pajak dikenakan pada tingkat perusahaan dan tingkat pemegang saham. Pemegang saham dikenakan pajak saat laba perusahaan dibayarkan sebagai dividen atau pada saat mencairkan investasi.Berdasarkan sistem terintegrasi, pajak perusahaan dan pemegang saham terintegrasi sedemikian rupa sehingga mengurangi atau mengeliminasi pengenaan pajak berganda atas pendapatan perusahaan. Kredit pajak atau sistem imputasi merupakan jenis sistem pajak terintegrasi yang umum. Sistem ini, pajak dikenakan terhadap pendapatan perusahaan, tetapi segian dari pajak yang dibayarkan dapat diperlakukan sebagai kradit terhadap pajak penghasilan pribadi jika dividen dibagikan kepada para pemegang saham.Sistem pemisahaan tarif merupakan jenis sistem pajak terintegrasi yang lain, di mana pajak yang lebih rendah dikenakan atas laba yang dibagikan (dividen) dan bukan berdasarkan laba ditahan.
Insentif Pajak Luar Negeri
Banyak negara-negara menawarkan insentif pajak untuk menarik investasi luar negeri.
Insentif dapat berupa hibah tunai bebas pajak yang digunakan untuk biaya aktiva tetap dan proses industri baru atau pengampunan untuk membayar pajak selama beberapa periode waktu (pembebasan pajak-tax holiday). Beberapa negara, khususnya yang memiliki sedikit sumber daya alam, menawarkan pengurangan pajak permanen. Negar yang memiliki keistimewaan pajak khusus juga dapat dianggap sebagai surga pajak (tax havens) dalam beberapa hal terbatas.
Kompetisi Pajak yang Membahayakan
Kompetisi pajak akan bermanfaat jika dapat membuat pemerintah menjadi lebih efisien.
Tetapi kompetisi itu akan berbahaya jika mengalihkan pendapatan pajak dari pemerintah yang sebenarnya memerlukan pendapatan tersebut untuk menyediakan jasa yang dibutuhkan oleh kalangan usaha.
Harmonisasi Internasional
Mempertimbangkan perbedaan sistem pajak di seluruh dunia, harmonisasi kebijakan pajak secara global akan terlihat cukup bermanfaat. Perusahaan multinasional, yang dibebani oleh pajak nasional, akan menambah tekanan terhadap reformasi pajak internasional.
PEMAJAKAN TERHADAP SUMBER LABA DARI LUAR NEGRI DAN PEMAJAKAN GANDA
Setiap negara mengklaim hak untuk mengenakan pajak terhadap laba yang dihasilkan di
dalam wilayahnya. Dalam filosofi nasional atas pengenaan pajak terhadap sumber-sumber dari luar negeri itu berbeda-beda dan ini merupakan hal yang penting dari sudut pandang seorang perencana pajak.
Kredit Pajak Luar Negeri
Kredit pajak luar negri dapat dihitung sebagai kredit langsung atas pajak penghasilan yang dibayarkan atas laba cabang atau anak perusahaan dan setiap pajak yang dipungut pada sumbernya, seperti dividen, bunga, dan royalty yang dikirimkan kembali kepada investor domestik.Kredit pajak tidak langsung luar negeri yang diperbolehkan (pajak penghasilan luar negeri yang dianggap terbayar) ditentukan dengan cara:
Pembayaran dividen (termasuk seluruh pajak pungutan)/SETELAH PAJAK PENGHASILAN LUAR NERERI x Pajak asing yang dapat Laba dikreditkan.
sumber: buku Akuntansi Internasional Frederick Education Prentice.D.S.Choi,Gary K.Meek,International Accounting
Rabu, 20 April 2011
Manajemen Resiko Keuangan
MENGAPA MENGELOLA RISIKO KEUANGAN ?
Pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat menunjukkan bahwa manajemen
dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan risiko keuangan. Jika nilai
perusahaan menyamai nilai kini arus kas masa depannya, manajemen potensi risiko yang
aktif dapat dibenarkan dengan beberapa alasan.
Pertama, manajemen eksposur membantu dalam menstabilkan ekspektasi arus
kas perusahaan. Aliran arus kas yang lebih stabil dapat meminimalkan kejutan laba
sehingga meningkatkan nilai kini ekspektasi arus kas. Manajemen eksposur yang aktif
memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada risiko bisnisnya yang utama.
Para pemberi pinjaman, karyawan dan pelanggan juga memperoleh manfaat dari
manajemen eksposur. Akhirnya karena kerugian yang ditimbulkan oleh risiko harga dan
suku bunga tertentu dialihkan kepada pelanggan dalam bentuk harga yang lebih tinggi,
manajemen eksposur membatasi risiko yang dihadapi oleh konsumen.
sumber: buku akuntansi internasional
Pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat menunjukkan bahwa manajemen
dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan risiko keuangan. Jika nilai
perusahaan menyamai nilai kini arus kas masa depannya, manajemen potensi risiko yang
aktif dapat dibenarkan dengan beberapa alasan.
Pertama, manajemen eksposur membantu dalam menstabilkan ekspektasi arus
kas perusahaan. Aliran arus kas yang lebih stabil dapat meminimalkan kejutan laba
sehingga meningkatkan nilai kini ekspektasi arus kas. Manajemen eksposur yang aktif
memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada risiko bisnisnya yang utama.
Para pemberi pinjaman, karyawan dan pelanggan juga memperoleh manfaat dari
manajemen eksposur. Akhirnya karena kerugian yang ditimbulkan oleh risiko harga dan
suku bunga tertentu dialihkan kepada pelanggan dalam bentuk harga yang lebih tinggi,
manajemen eksposur membatasi risiko yang dihadapi oleh konsumen.
sumber: buku akuntansi internasional
perencanaan dan pengendali manajemen
Persaingan global yang terjadi seiring dengan kemajuan dalam teknologi terus-
menerus secara signifikan mengubah ruang lingkup usaha dan ketentuan pelaporan
internal. Pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional secara terus-menerus,
mata uang yang mengambang, risiko kedaulatan, pembatasan terhadap pengirim dana
lintas batas nasional, perbedaan dalam sistem pajak nasional, perbedaan tingkat suku
bunga dan pengaruh harga komoditas dan ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva,
laba, dan biaya modal perusahaan merupakan variabel yang memperumit keputusan
manajemen. Pada saat yang bersamaan, perkembangan seperti Internet, konferensi
video, dan transfer elektronik mengubah ekonomi produksi, distribusi, dan pendanaan.
Persaingan global dan cepatnya penyebaran informasi mendukung semakin
sempitnya perbedaan nasional dalam praktik akuntansi manajemen. Tekanan tambahan
mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi, pertumbuhan privatisasi, insentif
biaya, dan kinerja, serta koordinasi operasi global melalui usaha patungan (joint
ventures) dan kaitan strategic lainnya. Hal tersebut mendorong manajemen perusahaan
multinasional untuk tidak hanya menerapkan teknik akuntansi internal yang dapat
dibandingkan, tetapi juga menggunakan teknik-teknik ini dengan cara yang sama.
sumber:bahan ajar YUDHI HERLIANSYAH, SE, AK, MSi dan buku akuntansi internasional
menerus secara signifikan mengubah ruang lingkup usaha dan ketentuan pelaporan
internal. Pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional secara terus-menerus,
mata uang yang mengambang, risiko kedaulatan, pembatasan terhadap pengirim dana
lintas batas nasional, perbedaan dalam sistem pajak nasional, perbedaan tingkat suku
bunga dan pengaruh harga komoditas dan ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva,
laba, dan biaya modal perusahaan merupakan variabel yang memperumit keputusan
manajemen. Pada saat yang bersamaan, perkembangan seperti Internet, konferensi
video, dan transfer elektronik mengubah ekonomi produksi, distribusi, dan pendanaan.
Persaingan global dan cepatnya penyebaran informasi mendukung semakin
sempitnya perbedaan nasional dalam praktik akuntansi manajemen. Tekanan tambahan
mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi, pertumbuhan privatisasi, insentif
biaya, dan kinerja, serta koordinasi operasi global melalui usaha patungan (joint
ventures) dan kaitan strategic lainnya. Hal tersebut mendorong manajemen perusahaan
multinasional untuk tidak hanya menerapkan teknik akuntansi internal yang dapat
dibandingkan, tetapi juga menggunakan teknik-teknik ini dengan cara yang sama.
sumber:bahan ajar YUDHI HERLIANSYAH, SE, AK, MSi dan buku akuntansi internasional
Rabu, 13 April 2011
ANALISIS PROSPEKTIF INTERNASIONAL
ANALIS PROSPEKTIF INTERNASIONAL
Analisis prospektif mencakup tahap :
a. peramalan dan
b. penilaian.
c.Ketika melakukan peramalan, para analis membuat ramalan mengenai prospek
perusahaan secara eksplisit berdasarkan strategi usaha, catatan akuntansi, dan analisis
keuangan. Ramalan ini menjawab berbagai pertanyaan seperti, Bagaimana perubahan
strategi usaha sebuah perusahaan dapat memengaruhi volume dan laba penjualannya
di masa depan? Apakah perusahaan baru-baru ini menerapkan kebijakan akuntansi
baru yang membuat laba kini terlihat lebih baik, dengan konsekuensi laba tahun depan
menjadi lebih rendah? Apakah hubungan keuangan yang terlihat dalam analisis rasio
yang dilakukan analis akan terus berlanjut?
Ketika melakukan penilaian, analis mengubah ramalan kuantitatif menjadi suatu
estimasi nilai perusahaan. Penilaian digunakan secara implisit maupun eksplisit dalam
banyak keputusan usaha.
Para pakar dalam penilaian internasional memberikan peringatan berikut
mi kepada mereka yang melakukan analisis prospektif internasional yaitu : ”Setiap
aturan yang telah Anda pelajari di negara asal Anda menjadi tidak berlaku di luar
negeri. Fluktuasi kurs, perbedaan akuntansi, perbedaan praktik, dan kebiasaan bisnis,
perbedaan pasar modal, dan banyak faktor lainnya memiliki pengaruh yang sangat
besar terhadap peramalan dan penilaian internasional ”.
ISU LEBIH LANJUT
Keempat tahap analisis usaha (analisis usaha, akuntansi, keuangan, dan
prospektif) dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
(1) akses informasi
(2) ketepatan waktu informasi
(3) hambatan bahasa dan terminology
(4) masalah mata uang asing
(5) perbedaan dalam jenis dan format laporan ketiangan.
Akses Informasi
Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara
lugs dalam beberapa tahun terakhir. Sumber informasi dalam jumlall yang tak terhitung
banyaknya muncul melalui World Wide Web. Perusahaan di seluruh dunia saat ini
memiliki sites Web dan laporan tahunannya tersedia secara cuma-cuma dari berbagai
sumber interact dan lainnya.
Sumber informasi lain yang juga berharga adalah (1) publikasi pemerintah, (2)
organisasi riset ekonomi, (3) organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-
bangsa, (4) organisasi akuntansi, audit, dan pasar surat berharga.
Ketepatan Waktu Informasi
Ketepatan waktu laporan keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak
regulator, dan siaran pers yang menyangkut laporan akuntansi berbeda-beda di tiap
negara.
Perbedaan dalam ketepatan waktu informasi akuntansi menambah beban
para pem-baca laporan keuangan perusahaan asing. Beban ini semakin besar untuk
perusahaan-pe-rusahaan yang memiliki lingkungan yang senantiasa berubah-ubah.
Agar penilaian yang dilakukan dapat bermakna, diperlukan penyesuaian terus-menerus
atas jumlah yang di-laporkan, dengan menggunakan alat yang konvensional ataupun
tidak konvensional.
Pertimbangan Mata Uang Asing
Akun-akun yang berdenominasi dalam mata uang asing membuat para analis
menghadapi dua jenis permasalahan yaitu :
1. Berkaitan dengan kemudahan pembaca
2. Menyangkut isi informasi.
Sebagian besar perusahaan di seluruh dunia menetapkan denominasi akun-akun
keuangannya dalam mata uang domisili nasional mereka. Bagi seorang pembaca dari
AS yang terbiasa dengan dolar, analisis akun-akun yang dinyatakan dalam euro dapat
menimbulkan kebingungan. Jawaban yang umum untuk mengatasinya adalah dengan
mentranslasikan saldo-saldo dalam mata uang asing ke dalam mata uang domestik.
Apabila laporan yang telah ditranslasikan memberikan kemudahan bagi para
pembaca dalam melihat akun-akun mata uang asing dalam suatu mata uang yang telah
dikenal umum, maka dapat timbal gambaran yang sebenarnya mengalami distorsi.
Secara khusus, perubahan kurs valuta asing dan prosedur akuntansi secara bersamaan
sering kali menghasilkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang bertentangan
dengan peristiwa yang mendasarinya.
sumber:buku Akuntansi Internasional Frederick Education Prentice.D.S.Choi,Gary K.Meek,International Accounting
Analisis prospektif mencakup tahap :
a. peramalan dan
b. penilaian.
c.Ketika melakukan peramalan, para analis membuat ramalan mengenai prospek
perusahaan secara eksplisit berdasarkan strategi usaha, catatan akuntansi, dan analisis
keuangan. Ramalan ini menjawab berbagai pertanyaan seperti, Bagaimana perubahan
strategi usaha sebuah perusahaan dapat memengaruhi volume dan laba penjualannya
di masa depan? Apakah perusahaan baru-baru ini menerapkan kebijakan akuntansi
baru yang membuat laba kini terlihat lebih baik, dengan konsekuensi laba tahun depan
menjadi lebih rendah? Apakah hubungan keuangan yang terlihat dalam analisis rasio
yang dilakukan analis akan terus berlanjut?
Ketika melakukan penilaian, analis mengubah ramalan kuantitatif menjadi suatu
estimasi nilai perusahaan. Penilaian digunakan secara implisit maupun eksplisit dalam
banyak keputusan usaha.
Para pakar dalam penilaian internasional memberikan peringatan berikut
mi kepada mereka yang melakukan analisis prospektif internasional yaitu : ”Setiap
aturan yang telah Anda pelajari di negara asal Anda menjadi tidak berlaku di luar
negeri. Fluktuasi kurs, perbedaan akuntansi, perbedaan praktik, dan kebiasaan bisnis,
perbedaan pasar modal, dan banyak faktor lainnya memiliki pengaruh yang sangat
besar terhadap peramalan dan penilaian internasional ”.
ISU LEBIH LANJUT
Keempat tahap analisis usaha (analisis usaha, akuntansi, keuangan, dan
prospektif) dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
(1) akses informasi
(2) ketepatan waktu informasi
(3) hambatan bahasa dan terminology
(4) masalah mata uang asing
(5) perbedaan dalam jenis dan format laporan ketiangan.
Akses Informasi
Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara
lugs dalam beberapa tahun terakhir. Sumber informasi dalam jumlall yang tak terhitung
banyaknya muncul melalui World Wide Web. Perusahaan di seluruh dunia saat ini
memiliki sites Web dan laporan tahunannya tersedia secara cuma-cuma dari berbagai
sumber interact dan lainnya.
Sumber informasi lain yang juga berharga adalah (1) publikasi pemerintah, (2)
organisasi riset ekonomi, (3) organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-
bangsa, (4) organisasi akuntansi, audit, dan pasar surat berharga.
Ketepatan Waktu Informasi
Ketepatan waktu laporan keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak
regulator, dan siaran pers yang menyangkut laporan akuntansi berbeda-beda di tiap
negara.
Perbedaan dalam ketepatan waktu informasi akuntansi menambah beban
para pem-baca laporan keuangan perusahaan asing. Beban ini semakin besar untuk
perusahaan-pe-rusahaan yang memiliki lingkungan yang senantiasa berubah-ubah.
Agar penilaian yang dilakukan dapat bermakna, diperlukan penyesuaian terus-menerus
atas jumlah yang di-laporkan, dengan menggunakan alat yang konvensional ataupun
tidak konvensional.
Pertimbangan Mata Uang Asing
Akun-akun yang berdenominasi dalam mata uang asing membuat para analis
menghadapi dua jenis permasalahan yaitu :
1. Berkaitan dengan kemudahan pembaca
2. Menyangkut isi informasi.
Sebagian besar perusahaan di seluruh dunia menetapkan denominasi akun-akun
keuangannya dalam mata uang domisili nasional mereka. Bagi seorang pembaca dari
AS yang terbiasa dengan dolar, analisis akun-akun yang dinyatakan dalam euro dapat
menimbulkan kebingungan. Jawaban yang umum untuk mengatasinya adalah dengan
mentranslasikan saldo-saldo dalam mata uang asing ke dalam mata uang domestik.
Apabila laporan yang telah ditranslasikan memberikan kemudahan bagi para
pembaca dalam melihat akun-akun mata uang asing dalam suatu mata uang yang telah
dikenal umum, maka dapat timbal gambaran yang sebenarnya mengalami distorsi.
Secara khusus, perubahan kurs valuta asing dan prosedur akuntansi secara bersamaan
sering kali menghasilkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang bertentangan
dengan peristiwa yang mendasarinya.
sumber:buku Akuntansi Internasional Frederick Education Prentice.D.S.Choi,Gary K.Meek,International Accounting
Harmonisasi Akuntansi Internasional - Uni Eropa
UNI EROPA (EUROPEAN UNION – EU)
Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi pasar keuangan Eropa.
Untuk mencapai tujuan ini, EC telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah
inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi:
•Perolehan modal dalam tingkat EU;
•Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang
terintegrasi;
• Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang
sahamnya tercatat.
Direktif Keempat, Ketujuh dan Kedelapan
Direktif EU Keempat, yang dikeluarkan pada tahun 1978, merupakan satu set
aturan akuntansi yang paling luas dan komprehensif dalam kerangka dasar.
Direktif Ketujuh, yang dikeluarkan pada tahun 1983, membahas masalah-masalah
laporan keuangan konsolidasi.
Direktif Kedelapan, dikeluarkan pada tahun 1984, membahas berbagai aspek
kualifikasi profesional yang berwenang untuk melaksanakan audit yang diwajibkan oleh
hukum (audit wajib).
Apakah Upaya Harmonisasi EU telah Berhasil?
Direktif Keempat dan Ketujuh memiliki pengaruh yang dramatis terhadap
pelaporan keuangan di seluruh EU, yaitu membawa akuntansi di seluruh negara
anggota EU ke tahap penyeragaman yang baik dan relatif memadai. Direktif ini
mengharmonisasikan penyajian akan rugi dan laba (laporan laba rugi) serta neraca dan
menambah informasi tambahan minimum dalam catatan, secara khusus pengungkapan
pengaruh aturan pajak atas hasil yang dilaporkan.
Pendekatan Baru EU dan Integrasi Pasar Keuangan Eropa
Komisi mengumumkan bahwa EU perlu untuk bergerak secara tepat dengan
maksud untuk memberikan sinyal yang jelas bahwa perusahaan yang sedang berupaya
untuk melakukan pencatatan di Amerika Serikat dan pasar-pasar dunia lainnya akan
tetap dapat bertahan dalam kerangka dasar akuntansi EU. EC juga menekankan agar
EU memperkuat komitmennya terhadap proses penentuan standar internasional, yang
menawarkan solusi paling efisien dan cepat untuk masalah-masalah yang dihadapi
perusahaan yang beroperasi dalam skala internasional.
Pada tahun 2000, EC mengadopsi strategi pelaporan keuangan yang baru.
Hal yang menarik dari strategi ini adalah usulan aturan bahwa seluruh perusahaan EU
yang tercatat dalam pasar teregulasi, termasuk bank, perusahaan asuransi dan SME
(perusahaan berukuran kecil dan menengah), menyusun akun-akun konsolidais sesuai
dengan IFRS.
sumber:buku Akuntansi Internasional Frederick Education Prentice.D.S.Choi,Gary K.Meek,International Accounting
Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi pasar keuangan Eropa.
Untuk mencapai tujuan ini, EC telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah
inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi:
•Perolehan modal dalam tingkat EU;
•Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang
terintegrasi;
• Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang
sahamnya tercatat.
Direktif Keempat, Ketujuh dan Kedelapan
Direktif EU Keempat, yang dikeluarkan pada tahun 1978, merupakan satu set
aturan akuntansi yang paling luas dan komprehensif dalam kerangka dasar.
Direktif Ketujuh, yang dikeluarkan pada tahun 1983, membahas masalah-masalah
laporan keuangan konsolidasi.
Direktif Kedelapan, dikeluarkan pada tahun 1984, membahas berbagai aspek
kualifikasi profesional yang berwenang untuk melaksanakan audit yang diwajibkan oleh
hukum (audit wajib).
Apakah Upaya Harmonisasi EU telah Berhasil?
Direktif Keempat dan Ketujuh memiliki pengaruh yang dramatis terhadap
pelaporan keuangan di seluruh EU, yaitu membawa akuntansi di seluruh negara
anggota EU ke tahap penyeragaman yang baik dan relatif memadai. Direktif ini
mengharmonisasikan penyajian akan rugi dan laba (laporan laba rugi) serta neraca dan
menambah informasi tambahan minimum dalam catatan, secara khusus pengungkapan
pengaruh aturan pajak atas hasil yang dilaporkan.
Pendekatan Baru EU dan Integrasi Pasar Keuangan Eropa
Komisi mengumumkan bahwa EU perlu untuk bergerak secara tepat dengan
maksud untuk memberikan sinyal yang jelas bahwa perusahaan yang sedang berupaya
untuk melakukan pencatatan di Amerika Serikat dan pasar-pasar dunia lainnya akan
tetap dapat bertahan dalam kerangka dasar akuntansi EU. EC juga menekankan agar
EU memperkuat komitmennya terhadap proses penentuan standar internasional, yang
menawarkan solusi paling efisien dan cepat untuk masalah-masalah yang dihadapi
perusahaan yang beroperasi dalam skala internasional.
Pada tahun 2000, EC mengadopsi strategi pelaporan keuangan yang baru.
Hal yang menarik dari strategi ini adalah usulan aturan bahwa seluruh perusahaan EU
yang tercatat dalam pasar teregulasi, termasuk bank, perusahaan asuransi dan SME
(perusahaan berukuran kecil dan menengah), menyusun akun-akun konsolidais sesuai
dengan IFRS.
sumber:buku Akuntansi Internasional Frederick Education Prentice.D.S.Choi,Gary K.Meek,International Accounting
Langganan:
Postingan (Atom)